Soto Lamongan “Cak Har”. Berawal Dari Ketidaksengajaan - Bramseeing

Bramseeing

Kulaporkan Apa Yang Kurasa

Terbaru

05 Desember 2008

Soto Lamongan “Cak Har”. Berawal Dari Ketidaksengajaan

Surabaya. Makanan ini gue temuin pertama kali saat nganterin temen yang mau beli obat buat mukanya. Sesuai judul, nemuinnya memang gak sengaja. Jadi saat akan balik ke kost-an di Surabaya, tiba-tiba mata ini tertuju pada deretan motor yang diparkir di bahu jalan. Tadinya gue kira ada kecelakaan, maklumlah di Jakarta deretan motor ini berarti parkiran liar sang penonton Lakalantas.

Selidik punya selidik, ternyata orang-orang yang punya motor ini sedang asyik menyeruput kuah soto dari mangkuk yang ukurannya sedikit lebih besar dari mangkuknya abang bakso keliling. Di penutup kain yang “melindungi” para penikmat soto ini pun jelas terbaca tulisan “Soto Lamongan” (tanpa Cak Har). Tanpa pikir panjang, verboden puter balik yang dari tadi nangkring di depan mata, langsung gue libas hanya demi menyambangi soto yang menarik hati dari jumlah pengunjunnya.


Oke, seperti yang sudah diduga, rada susah ternyata untuk dapet tempat duduk di sini, sekalipun untuk 2 orang saja. Semua berebut, bahkan yang lagi makan ampe ngelirik orang disebelahnya yang notabene bukan mau nyolong dompetnya, melainkan nungguin kapan dia cepet selesai dan tentunya angkat kaki dari situ.

Setelah berhasil “menjajah” tempat duduk di pojokkan, mesenlah gue seporsi soto ayam (menu utama dan satu-satunya di sini, selain tentunya es teh manis dan air jeruk). Singkat cerita, datanglah soto ayam yang ditunggu. Dari baunya aja bisa ketahuan kalo ini bukan sembarang soto.

Aroma kaldu ayam bercampur racikan kunyit langsung bisa diindra dengan baik. Tepat di tengahnya kita bisa menemukan potongan ayam lengkap dengan koyah sebagai toppingnya. Karena penasaran dengan isinya, sendok yang tersedia langsung gue pake untuk membongkar si soto. Ah, ternyata isinya standar saja, cuma nasi putih, bihun besar ala jawa timuran. “Lho kok gak ada telornya?” kata gue, “Mas gak bilang ya kalo mau pake telor”, jelas orang sebelah yang langsung diikuti penyesalan hati. Ternyata, standar soto ini adalah tanpa telor, dan jika Anda sempat mampir di sini dan kebetulan juga suka sama telor, jangan lupa mesen di awal, karena mesen di akhir adalah sia-sia mengingat kesibukan sang pelayan yang luar biasa.


Soal rasa, soto yang satu ini menurut gue sukup baik, meskipun bukan yang terbaik. Potongan daging ayam yang disajikan termasuk dalam kategori besar dengan jumlah yang lumayan. Bihun serta nasi penyertanya juga dimasak dengan sangat baik, dalam arti tidak terlampau lembek ataupun terlampau pera.

Kehebatan soto ini ada pada rasa kuah yang kuat serta topping soto yang bisa sangat fleksibel dipilih oleh pelanggannya. Selain itu, pedagang soto juga menyediakan topping tambahan seperti koyah, kecap manis, kecap asin, dan sambel yang bisa bebas dituang sesuai selera.

Oh ya, harganya juga tergolong murah lho. Untuk seporsi soto (tanpa telur) lengkap dengan nasi dan es teh manis, dibandrol si abang dengan harga 6000 rupiah saja. Gimana? Berniat mencoba? langsung aja sambangi. (brams)
Jam Operasional: All Day
Skor (5 bintang = sempurna):Rasa : * * * *
Lokasi : * * *
Harga : * * * *
Pelayanan : * * * *
Lokasi:

Jl. Kertajaya Indah Timur
(Seberang Kantor Kopertis JawaTimur)
Tepat Setelah Lampu Merah
Dari Arah Arif Rahman Hakim
Surabaya


(Koordinat Bumi: lat: -7.2891965, lon: 112.7804303)


Peta:

View Wisata Kuliner in a larger map

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman